Merdeka adalah ketika kita tidak menyimpan sedikitpun keraguan atas apa yang kita putuskan untuk dilaksanakan. Yakin akan kebenarannya, yakin akan manfaatnya, dan yakin akan konsekuensinya...........
Minggu, 20 Juni 2010
REHAT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXPahpPQLYrFM5Q7fzkWMk19-uFHL5hrxc-T8vs54rE5eHN1zYYxOSJJ3lxWid508-ghPl9E67zKlrqLMyajcllv_v0uvmYfjYdNXAn8YPY2Ni7zCecvQQ8-77c8YlOs__EEmmCIcWlC0/s1600/headsutiknoi.jpg
LEBIH SEHAT DENGAN KIAT CERDIK
Cara Spiritual Menurunkan Stress
Berdoa sebelum tidur efektif menurunkan stres dan membantu perempuan rileks. Para periset Duke University melaporkan, doa dapat menurunkan risiko Insomnia yang dipicu rasa tidak tenang atau takut sampai sebanyak 81%.
Tugas Rumah Tangga Mencegah Heartburn
Mengerjakan tugas rumah tangga selama 30 menit, apakah menyeterika, merapikan rumah atau mengerjakan tugas lainnya yang membuat anda bergerak sesudah makan, dapat membantu mengosongkan perut, kunci untuk mencegah Heartburn ( Rasa sakit di tengah dada yang disebabkan terlalu banyak makan atau makan makanan pedas atau minum alkohol).
Berdoa sebelum tidur efektif menurunkan stres dan membantu perempuan rileks. Para periset Duke University melaporkan, doa dapat menurunkan risiko Insomnia yang dipicu rasa tidak tenang atau takut sampai sebanyak 81%.
Tugas Rumah Tangga Mencegah Heartburn
Mengerjakan tugas rumah tangga selama 30 menit, apakah menyeterika, merapikan rumah atau mengerjakan tugas lainnya yang membuat anda bergerak sesudah makan, dapat membantu mengosongkan perut, kunci untuk mencegah Heartburn ( Rasa sakit di tengah dada yang disebabkan terlalu banyak makan atau makan makanan pedas atau minum alkohol).
Sabtu, 19 Juni 2010
AKAR ( RADIX )
Akar adalah bagian pokok yang nomor tiga bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang perakaran pada Anggrek.
Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika.
Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.
Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging": tebal dengan kandungan air yang tinggi. Dengan demikian ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun demikian, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif.
Anggrek menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan. Sebagai tanaman hias, anggrek tahan di dalam ruang.
Anggrek mewmiliki Akar serabut, tidak dalam.Akar anggrek lunak, mudah patah, berlendir, dan agak lengket. Bentuknya meruncing di bagian ujung. Anggrek memiliki akar adventicia yaitu akar yang termodifikasi untuk menempel atau melakukan perlekatan. akar anggrek tidak memiliki rambut akar, dapat melakukan simbiosis dengan mikoriza, dan memiliki velamen yang bersifat spongi (berongga). Velamen tersebut berfungsi untuk memudahkan akar dalam menyerap hujan yang jatuh ke kulit pohon melalui media tumbuh anggrek.
Berdasarkan tempat tumbuhnya, ribuan jenis anggrek terbagi dalam anggrek epifit, terestrial, saprofit, dan litofit.
Jenis-jenis epifit yaitu mengembangkan akar sukulen dan melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh,namun tidak merugikan pohon inang. Ada pula yang tumbuh geofitis,dengan istilah lain terrestria artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar di dalam tanah. Ada pula yang bersifat saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering dan kayu-kayu lapuk yang telah membusuk menjadi humus. Pada permukaan akar seringkali ditemukan jamur akar (mikoriza) yang bersimbiosis dengan anggrek.
Anggrek epifit dan semi epifit hidup dengan menempelkan akarnya ke pepohonan. Akarnya itu juga berfungsi sebagai penyerap nitrogen dari udara. Jenis ini butuh naungan dari teriknya cahaya matahari. Yang tergolong epifit antara lain, Dendrobium, Cattleya, Ondocidium, Phalaenopsis, Epidendrum, Leila, dan Brassavola.
Sedangkan anggrek terestrial merupakan jenis yang hidup di atas permukaan tanah.
Beberapa anggota kelompok ini adalah Vanda, Renanthera, Arachnis, dan Aranthera.
Sementara itu, anggrek saprofit tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, seperti Goodyera sp.
Kelompok litofit memilih hidup di bebatuan. Anggrek jenis ini biasanya tumbuh di bawah sengatan cahaya matahari penuh, seperti Dendrobium dan Phalaenopsis.
Kelompok teresterial, litofit, dan saprofit memerlukan media tanam sebagai tempat hidup dan mencari makanan ketika dibudidayakan. Sementara itu, yang tergolong epifit dan semi epifit tidak mengambil makanan dari media tempatnya menempel. “Media tersebut hanya sebagai pegangan bagi akar-akarnya dan juga penjaga kelembapan.
Suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika.
Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara lembab.
Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.Anggota suku ini cenderung memiliki organ-organ yang sukulen atau "berdaging": tebal dengan kandungan air yang tinggi. Dengan demikian ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh dari hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun demikian, anggrek tidak ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif.
Anggrek menyukai cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam sebagai tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan. Sebagai tanaman hias, anggrek tahan di dalam ruang.
Anggrek mewmiliki Akar serabut, tidak dalam.Akar anggrek lunak, mudah patah, berlendir, dan agak lengket. Bentuknya meruncing di bagian ujung. Anggrek memiliki akar adventicia yaitu akar yang termodifikasi untuk menempel atau melakukan perlekatan. akar anggrek tidak memiliki rambut akar, dapat melakukan simbiosis dengan mikoriza, dan memiliki velamen yang bersifat spongi (berongga). Velamen tersebut berfungsi untuk memudahkan akar dalam menyerap hujan yang jatuh ke kulit pohon melalui media tumbuh anggrek.
Berdasarkan tempat tumbuhnya, ribuan jenis anggrek terbagi dalam anggrek epifit, terestrial, saprofit, dan litofit.
Jenis-jenis epifit yaitu mengembangkan akar sukulen dan melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh,namun tidak merugikan pohon inang. Ada pula yang tumbuh geofitis,dengan istilah lain terrestria artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar di dalam tanah. Ada pula yang bersifat saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering dan kayu-kayu lapuk yang telah membusuk menjadi humus. Pada permukaan akar seringkali ditemukan jamur akar (mikoriza) yang bersimbiosis dengan anggrek.
Anggrek epifit dan semi epifit hidup dengan menempelkan akarnya ke pepohonan. Akarnya itu juga berfungsi sebagai penyerap nitrogen dari udara. Jenis ini butuh naungan dari teriknya cahaya matahari. Yang tergolong epifit antara lain, Dendrobium, Cattleya, Ondocidium, Phalaenopsis, Epidendrum, Leila, dan Brassavola.
Sedangkan anggrek terestrial merupakan jenis yang hidup di atas permukaan tanah.
Beberapa anggota kelompok ini adalah Vanda, Renanthera, Arachnis, dan Aranthera.
Sementara itu, anggrek saprofit tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, seperti Goodyera sp.
Kelompok litofit memilih hidup di bebatuan. Anggrek jenis ini biasanya tumbuh di bawah sengatan cahaya matahari penuh, seperti Dendrobium dan Phalaenopsis.
Kelompok teresterial, litofit, dan saprofit memerlukan media tanam sebagai tempat hidup dan mencari makanan ketika dibudidayakan. Sementara itu, yang tergolong epifit dan semi epifit tidak mengambil makanan dari media tempatnya menempel. “Media tersebut hanya sebagai pegangan bagi akar-akarnya dan juga penjaga kelembapan.
Langganan:
Postingan (Atom)